Monday, April 9, 2007

Ketika Anjing Lebih Makmur Ketimbang Manusia

Apa pendapat Anda bila di suatu kota, binatang lebih makmur ketimbang manusianya? Di tengah banyak orang yang menderita kelaparan dan tak mendapatkan hidup layak lantaran kemiskinan, sejumlah masyarakat justeru mengeluarkan uang cukup besar untuk memberi makan binatang dan mencukupi semua kebutuhannya. Ini benar-benar terjadi. Tepatnya di Brazil.

Brazil merupakan salah satu negara yang masyarkatnya menderita keanehan ini. Meski penduduk kota itu mengalami kemiskinan cukup parah di sejumlah kota, tapi muncul fenomena lain yang kini menyebar di kota-kota Brazil dengan sebutah 'kemapanan anjing'.

Di Brazil, telah dibangun pabrik dan yayasan khusus untuk memproduk makanan istimewa untuk anjing. Bukan hanya makanan, tapi juga sejumlah fasilitas dan ragam hiburan untuk anjing seperti pakaian, penutup badan dan kaca mata untuk anjing. Di sejumlah pasar-pasar Brazil terdapat 80 jenis makanan untuk anjing, dan 25 ribu tempat penjualan makanan anjing berikut perlengkapan dan assesories anjing. Bahkan ada sepatu dan pakaian anjing yang dibedakan untuk anjing laki dan perempuan.

Pertumbuhan bisnis untuk anjing ini pun berkembang dinamis. Masing-masing perusahaan memang seperti mendapatkan sasaran pasarnya dengan menjajakan kebutuhan anjing tersebut. Di antara perusahaan kebutuhan anjing adalah Purina dan Masterfoods. Mereka tidak memproduk makanan untuk manusia terlebih fakir miskin yang jumlahnya di Brazil lebih dari 50 juta orang menurut Presiden Brazil sendiri. Tapi perusahaan itu memang memproduk makanan anjing yang dianggap lezat sesuai selera sekitar 20 juta anjing di Brazil.

Beberapa waktu lalu perusahaan Netsle internasional bahkan turut memiliki saham di Purina berkisar 10 juta dolar. Lalu, Masterfoods pun tak ketinggalan meningkatkan biaya promosinya di televisi dan harian Brazil sebanyak 20% dari anggaran sebelumnya. Di Purina, bekerja lebih dari 7000 pegawai, di mana keuntungan tahun lalu mencapai 40%. Sementara Masterfoods memperoleh margin penjualan sebesar lebih dari dua juta dolar. Maklum, di pasaran produk Purina memenuhi 27% sementara produk Masterfoods 30%.

Sejumlah keluarga muslim di Brazil, tampaknya juga telah terpengaruh dengan trend memelihara dan melayani anjing. Mereka turut memelihara anjing dengan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk keperluan anjing. Padahal Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah satu keluarga memelihara anjing kecuali berkurang amal mereka satu qirath setiap hari. Kecuali anjing untuk berguru, anjing untuk menjaga, atau anjing untuk menjaga kambing. ” (HR Turmudzi)(na-str/iol)

eramuslim, Senin, 9 Apr 07 09:15 WIB

Kondisi Guantanamo Makin Memburuk


Lembaga HAM internasional mengatakan, kondisi Guantanamo terus buruk dan makin tidak manusiawi. Lebih dari 385 orang ditahan tanpa dakwaan

Sebagian tahanan Guantanamo sudah mendekam selama lima tahun Kondisi para tahanan di penjara militer Amerika Serikat di Teluk Guantanamo memburuk, dengan sebagian besar tahanan disekap di penjara isolasi, kata sebuah laporan.

Amnesty International mengatakan kondisi yang sering kali buruk dan tidak manusiawi di kamp tersebut "menyengsarakan para tahanan".

Laporan tersebut meminta agar fasilitas penahanan itu ditutup dan mendesak agar rencana menggelar pengadilan militer "yang tidak adil" dihentikan.

Banyak dari 385 tahanan di kamp tersebut disekap selama lima tahun atau lebih, dan mereka tidak dapat mengajukan dakwaan atas penahanan mereka.

Sebagian dari mereka menderita gangguan mental dan fisik yang serius

Kate Allen, Direktur Amnesty International Inggris mengatakan, “Meski Amerika Serikat memiliki tugas untuk melindungi para warganya... ini bukan berarti Amerika boleh melepaskan tanggungjawab untuk melindungi hak asasi manusia," kata laporan itu.

"Pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Bush bahwa orang-orang ini adalah 'petempur musuh', 'teroris', atau 'orang yang amat jahat' tidak berarti mereka boleh ditahan tanpa proses pengadilan," kata Amnesty.

Organisasi itu kembali menyerukan agar para tahanan di kamp Guantanamo di Kuba - banyak dari mereka adalah tersangka pejuang Taliban dan Al-Qaida - harus dibebaskan atau didakwa dan diadili.

'Sudah menderita'

Laporan yang diterbitkan pada hari Kamis, mengatakan sekitar 300 tahanan disekap di kompleks baru - yang dikenal dengan Kamp 5, Kamp 6 dan Kamp Echo - yang merupakan penjara dengan penjagaan "super maksimal".

Kamp Guantanamo

Amerika berniat mengadili sekitar 80 dari 385 tahanan yang masih dipenjara

Amnesty International mengatakan fasilitas itu "menimbulkan kondisi pengucilan dan isolasi yang lebih keras dan tampaknya lebih permanen".

Menurut laporan tersebut para tahanan dilaporkan ditahan di kamar berukuran kecil yang tidak memiliki jendela selama 22 jam setiap harinya, hanya dibolehkan berolahraga di malam hari dan kadang selama berhari-hari tidak melihat sinar matahari.

Kate Allen, menggambarkan proses yang terjadi di Guantanamo sebagai "pelanggaran keadilan".

"Banyak tahanan yang sudah menderita karena ditahan tanpa batas waktu... ini menyebabkan sebagian dari mereka menderita gangguan mental dan fisik yang serius."

"Aparat AS harus segera menghentikan pemakaian teknik pengucilan ekstrim ini dan mengijinkan tim dokter independen serta kelompok hak asasi manusia datang untuk memeriksa para tahanan."

'Demi keadilan'

Kebijakan untuk mencopot hak para tahanan untuk mengajukan gugatan hukum atas penahanan mereka dipertahankan oleh pengadilan banding federal AS di Washington pada bulan Februari.

Untuk meloloskan undang-undang anti teror di Kongres tahun lalu, Presiden Bush mengatakan dia memerlukan undang-undang baru untuk menyeret para tersangka terorisme ke meja hijau.

Undang-undang itu mengijinkan penahanan tanpa batas waktu bagi orang-orang yang digolongkan sebagai "petempur musuh".

Amerika Serikat mengatakan mereka berniat menggunakan sistem pengadilan militer untuk mengadili sekitar 80 dari 385 tahanan yang masih mendekam di kamp Guantanamo. [bbc]

hidayatullah.com, Minggu, 08 April 2007


Jodoh Tak Tergantung Zodiak

Ramalan zodiak ataupun shio, yang sering dipercaya banyak orang bisa mengetahui soal jodoh atau asmara ternyata hanya isapan jempol. Sebab tak ada buktinya

Entah itu ramalan zodiak ataupun shio, banyak orang selalu penasaran ingin tahu jodoh dan kehidupan asmara mereka. Namun benarkan aspek kehidupan cinta seseorang bisa ditentukan zodiak?

Menurut Dr David Voas dari Universitas Manchester, zodiac sama sekali tak memiliki pengaruh pada kehidupan asmara seseorang. Untuk menguji pendapatnya, David bersama tim dari Research Fellow, Centre for Census and Survey Research menganalisa hari kelahiran 20 juta pasangan suami dan istri di Inggris dan Wales.

Riset yang menggunakan data sensus tahun 2001 ini gagal membuktikan keterkaitan antara zodiak dan hubungan asmara maupun kehidupan cinta seseorang.

"Lebih dari 20 juta pasangan menikah di Inggris dan Wales, dan hampir sebagian besar memiliki pasangan yang tidak sesuai dengan unsur zodiak mereka. Jika ada kecenderungan ke arah sana, misalnya Virgo berpasangan dengan Capricorn, atau Libra dengan Leo, kita pasti melihat ada perubahan dalam statistik pernikahan tersebut," jelas David yang meyakini tak ada hubungan khusus antara seseorang dan zodiak.

"Jika kita memiliki 10 juta pasangan, dan hanya ada satu pasangan yang dipengaruhi rasi bintang dan memang berjodoh, kita masih butuh sekitar sepuluh ribu lagi pasangan yang memiliki kombinasi serupa. Tak ada bukti cukup untuk menjelaskan keterkaitan tersebut," tambah David seperti yang dimuat jurnal University of Manchester.

"Para ahli perbintangan menggunakan elemen-elemen perbintangan untuk meramal karakter seseorang. Namun yang dibicarakan oleh orang biasa adalah simbol-simbol matahari atau perbintangan, seberapa besar pengaruhnya, karena bagi sebagian orang hal tersebut masih kabur dan meragukan untuk menentukan pasangan jiwa mereka kelak. Prediksi tersebut bisa jadi justru menjadi pukulan pada keyakinan yang mereka anut," papar Dr Voas yang tak bermaksud merendahkan profesi para ahli astrologi populer seperti Mystic Meg, Russell Grant dan Jonathan Cainer, namun Voas lebih memperhatikan antusiasme publik pada ramalan perbintangan dengan garis jodoh mereka.

"Namun dari pencarian di mesin pencari Google, kata kunci 'cinta' dan 'astrologi' mencapai setengah juta, bahkan buku-buku yang mengangkat tema pasangan jiwa dan zodiak tulisan Linda Goodman salah satunya 'Sun Signs and Love Signs' terjual lebih dari 1 juta copy di seluruh dunia pada 40 tahun terakhir.

"Minat masyarakat yang tinggi terhadap horoskop semakin menguntungkan media, terutama untuk ramalan asmara, karena orang cenderung akan melakukan apapun, termasuk percaya dengan rasi bintang mereka," kata Doktor jurusan School of Social Sciences ini seperti dikutip physorg.com, akhir Maret 2007.

Sebelumnya, riset tentang ilmu perbintangan (astrologi) pernah dilakukan di Eropa, akan tetapi saat dilakukan test menguji para pakar astrologi, untuk mengetahui di mana letak posisi delapan planet-planet besar, ternyata 70 persen peramal tidak bisa mengetahui pengetahuan yang mendasar ini. Lalu, bagaimana mereka bisa menghitung dan mengartikan nasib orang lain, apabila letaknya saja tidak tahu.

Majalah Stern juga pernah melakukan tes pada semua ramalan para astrologi paling top di Eropa, ternyata dari hasil keseluruhan ramalannya selama satu tahun hanya 3 persen saja yang kebetulan mendekati kenyataan. Lalu bagaimana dengan Anda, masihkah berminat mencari pasangan jiwa sesuai zodiak Anda? [physorg/kpl]

hidayatullah.com, Minggu, 08 April 2007


Thursday, April 5, 2007

Niat Mandi Junub dan Tata Caranya

Assalamu'alaikum wr wb

Pak Ustadz, apakah benar bila seseorang yang dalam keadaan junub terus mandi besar tapi tidak di niatkan untuk mandi junub maka mandinya dianggap seperti mandi biasa bukan mandi junub?

Dengan kata lain badannya masih dalam keadan hadast besar sampai dia mandi yang diniati untuk mandi junub. Kalau benar, bagaimana dengan amalan orang tersebut seperti sholat, sedangkan dia masih dalam keadaan junub.

Menurut saya, bukankah amalan seseorang dilihat dari niatnya?Kalo dia dalam keadaan junub terus mandi, bukankah di dalam hati sudah berniat untuk membersihkan diri dari hadast besar/berniat untuk mandi junub?

Yang terakhir, mohon dijelaskan adab yang dicontohkan nabi dalam hal mandi junub ini.

Wassalamualaikum wr wb

Eka

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahatullahi wabarakatuh,

Memang benar bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Sesungguhnya amal-amal itu dengan niat, dan setiap orang mendapatkan pahala sesuai dengan niatnya.

Oleh karena itulah maka setiap mujtahid selalu menyebutkan bahwa rukun pertama pada suatu ibadah itu adalah niat. Rukun yang pertama dalam ibadah wudhu' adalah niat. Rukun yang pertama dalam ibadah tayammum adalah niat. Rukun yang pertama dalam ibadah mandi janabah adalah niat. Rukun yang pertama dalam ibadah shalat adalah niat. Pendeknya, semua ibadah punya rukun, dan rukun yang pertama adalah niat.

Tanpa niat, maka suatu ibadah tidak akan diterima Allah. Sebab niat adalah rukun, di mana bila salah satu rukun tidak terpenuhi dalam suatu ibadah, maka ibadah itu ibarat bangunan yang kehilangan tiang pondasi. Roboh dan rata dengan tanah.

Niat Dalam Hati, Lafadz di Lidah

Namun kalau disebutkan kata 'niat', biasanya asosiasi kita langsung tertuju kepada lafadz atau bacaan niat. Padahal seluruh ulama mujtahid sepakat sejak awal bahwa yang namanya niat itu di hati, bukan di lidah.

Yang diucapkan di lidah bukan niat, melainkan lafadz niat. Lafadz niat oleh sebagian ulama dianggap sebagai penguat dari niat. Namun oleh sebagian ulama lain justru tidak boleh diucapkan, karena tidak ada contoh dari Rasululah SAW. Memang ada khilaf di kalangan para ulama mazhab tentang hukum melafadzkan niat ini. Tetapi yang pasti, seluruh ulama sepakat bahwa niat itu bukan lafadz yang diucapkan, melainkan apa yang ditetapkan di dalam hati.

Niat Mandi Janabah

Karena itu kalau ingin mandi janabah, niatkan saja di dalam hati bahwa kita akan mandi janabah. Dan hal itu tidak membutuhkan apapun, kecuali menyengaja di dalam hati. Tidak perlu melafadzkannya secara lisan. Sebab niat itu memang tempatnya di dalam hati.

Kalau di dalam hati sudah ada niat untuk mandi janabah, lalu mandilah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Maka mandi itu sudah sah sesuai dengan haukum syariah Islam. Sudah bisa mengangkat hadats besar.

Akan tetapi kalau di dalam hati sama sekali tidak berniat untuk mandi janabah, meski pun diteruskan dengan mandi sesuai dengan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, tentu tidak terhitung sebagai mandi janabah yang sah.

Mengapa?

Ya, karena kita sendiri tidak berniat untuk melakukannya sebagai sebuah ritual yang sah. Dan niat ini membedakan antara seorang yang mandi janabah betulan dengan sekedar mempraktekkannya. Seorang guru yang sedang mengajarkan tata cara mandi janabah, lalu mandi betulan, belum tentu mandi janabahnya itu sah. Tergantung niatnya, apakah dia memang betul-betul mau berniat mandi janabah, ataukah niatnya hanya sekedar memberi contoh praktis saja.

Semua kembali kepada niatnya. Dan niat itu di dalam hati, bukan di lidah.

Tata Cara Mandi Janabah

Adapun urutan-urutan tata cara mandi junub, adalah sebagai berikut

  1. Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya sebelum dimasukan ke wajan tempat air
  2. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri
  3. Mencuci kemaluan dan dubur.
  4. Najis-nsjis dibersihkan
  5. Berwudhu sebagaimana untuk sholat, dan mnurut jumhur disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki
  6. Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah
  7. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman
  8. Membersihkan seluruh anggota badan
  9. Mencuci kaki

Semua itu didasarkan pada penjelasan isteri Rasulullah SAW tentang bagaimana beliau mandi janabah.

Aisyah RA berkata, `Ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian ia menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu ia mencuci kemaluannya kemudia berwudku seperti wudhu` orang shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali, kemudia beliau membersihkan seluruh tubhnya dengan air kemudia diakhir beliau mencuci kakinya (HR Bukhari/248 dan Muslim/316)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Eramuslim, Kamis, 5 Apr 07 05:09 WIB

Kualitas Diri


Ada ungkapan jawa, "ajineng diri soko lati, ajineng rogo soko
busono." artinya kualitas diri seseorang dari ucapannya. kualitas
tubuh seseorang dari busananya. Banyak orang yang dari penampilan
dirinya sangatlah sederhana namun kualitas diri sungguh mengagumkan.
Demikian halnya sebaliknya.

Sama seperti halnya, Iman. sahabat yang juga seorang pustakawan. saya
mengenalnya beberapa tahun yang lalu. Biarpun saya lebih banyak
berbincang dengannya melalui dunia maya namun saya sunnguh merasakan
kedekatan sebagai seorang sahabat dari tutur katanya, yang membuat
pertemanan kami begitu erat.

Dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin mengucapkan, "terima
kasih akhi iman..pertemanan kita selama ini"

Kesulitan dan Kebahagiaan (1)

Semua orang yang memutuskan untuk hidup berkeluarga pasti
mengangankan adanya kebahagiaan dalam hidup rumah tangganya, meski
angan-angan tentang kebahagiaan juga berbeda-beda. Kebahagiaan sangat
subyektip tetapi universal. Ada orang yang bahagia karena memperoleh
sesuatu yang banyak, tetapi yang lain sudah cukup merasa bahagia
meski hanya memperoleh sedikit. Ada orang yang merasa bahagia karena
memperoleh susuatu tanpa bersusah payah, tetapi yang lain merasa
bahagia justeru telah bersusah payah lebih dahulu. Kebahagiaan ada
yang sifatnya sesaat, ada yang lama dan bahkan ada kebahagiaan abadi.

Makna bahagia
Ada dua ungkapan, senang dan bahagia. Senang adalah terpenuhinya
tuntutan syahwat, misalnya sedang lapar menemukan makanan lezat,
sedang haus menemukan minuman segar, sedang sulit menemukan
kemudahan, sedang kesepian ketemu teman atau kekasih, sedang nganggur
dapat pekerjaan dan sebangsanya. Adapun bahagia berhubungan dengan
misteri yang sangat subyektip, tetapi intinya adalah datangnya
pertolongan ilahiyah hingga memperoleh sesuatu yang dianggap sebagai
kebaikan ilahiyah (al khoir). Rasa bahagia misalnya terasa ketika
anaknya lahir laki-laki setelah sekian lama mendambakan ingin
mempunyai anak lelaki. Keberhasilan memeliliki anak-lelaki tidak
diklaim sebagai prestasi – ini karena aku bisa bikinnya misalnya;
kata sang ayah- tetapi orang yang mempunyai anak lelaki setelah
hampir putus asa mendambakan kehadirannya merasa bahwa kehadiran anak
lelaki itu merupakan anugerah Tuhan yang tak ternilai. Kebahagiaan
juga terasa ketika seorang ibu yang membesarkan anak gadisnya tanpa
kehadiran suami sehingga ia dalam keadaan berat selalu berharap agar
anaknya memiliki masa depan yang baik. Pada saatnya anak gadisnya
dipersunting oleh seorang pemuda saleh yang cerah masa depannya. Masa
depan cerah anak gadisnya itu tidak diklaim sebagai prestasinya
tetapi benar-benar dipandang sebagai anugerah Tuhan.

Jadi kebahagiaan itu datang dalam rangkaian kesulitan yang panjang
tetapi ketika hadir tidak dakui sebagai prestasinya. Orang lainpun
akan berkomentar, ibu itu sungguh sudah bekerja keras melampaui
berbagai kesulitan dalam mengasuh anaknya sendirian, maka pantaslah
jika Allah menganugerahinya kebahagiaan yang sempurna kepadanya.

Kesulitan Dan Kebahagiaan (2)

Dalam bahasa Arab ada empat kata yang berhubungan dengan kebahagiaan,
yaitu sa`adah (bahagia), falah (beruntung) dan najat (selamat) dan
najah (berhasil). Jika saadah (bahagia) mengandung nuansa anugerah
Tuhan setelah terlebih dahulu mengarungi kesulitan, maka falah
mengandung arti menemukan apa yang dicari (idrak al bughyah). Falah
ada dua macam, dunyawi dan ukhrawi. Falah duniawi adalah memperoleh
kebahagiaan yang membuat hidup di dunia terasa nikmat, yakni
menemukan (a) keabadian (terbatas); umur panjang, sehat terus,
kebutuhan tercukupi terus dsb, (b) kekayaan; segala yang dimiliki
jauh melebihi dari yang dibutuhkan, dan (c) kehormatan sosial.
Sedangkan falah ukhrawi terdiri dari empat macam, yaitu (a) keabadian
tanpa batas, (b) kekayaan tanpa ada lagi yang dibutuhkan, (c)
kehormatan tanpa ada unsur kehinaan dan (d) pengetahuan hingga tiada
lagi yang tidak diketahui. Sedangkan najat merupakan kebahagiaan yang
dirasakan karena merasa terbebas dari ancaman yang menakutkan,
misalnya ketika menerima putusan bebas dari pidana, ketika mendapat
grasi besar dari presiden, ketika ternyata seluruh keluarganya
selamat dari gelombang tsunami dan sebagainya. Adapun najah adalah
perasaan bahagia karena yang diidam-idamkan ternyata terkabul,
padahal ia sudah merasa pesimis, misalnya keluarga miskin yang
sepuluh anaknya berhasil menjadi sarjana semua.

Kesenangan berdimensi horizontal, sedangkan kebahagiaan berdimensi
horizontal dan vertikal. Orang masih bisa menguraikan anatomi
kesenangan yang diperolehnya, tetapi ia akan susah mengungkap rincian
kebahagiaan yang dirasakannya. Air mata bahagia merupakan wujud
ketidakmampuan kata-kata. Prof. Fuad Hasan dalam bukunya Pengalaman
Naik Haji mengaku tidak bisa menerangkan kenapa beliau menangis di
depan Ka`bah, karena kebahagiaan yang beliau alami berdimensi
vertikal, bernuansa anugerah, bukan prestasi. Banyak mempelai
menitikkan air mata ketika akad nikah, demikian juga kedua orang
tuanya, dan mereka tidak bisa menerangkan anatomi perasaan bahagianya.

Kebahagiaan berkaitan dengan tingkat kesulitan yang dialami.
Kebahagiaan sesungguhynya dalam kehidupan rumah tangga bukan ketika
akad nikah, bukan pula ketika bulan madu, tetapi ketika pasangan itu
telah membuktikan mampu mengarungi samudera kehidupan hingga ke
pantai tujuan, dan di pantai tujuan ia mendapati anak cucu yang
sukses dan terhormat. Sungguh orang sangat menderita ketika di ujung
umurnya menyaksikan anak-anak dan cucu-cucunya nya sengsara dan hina,
meski perjalanan bahtera rumah tangganya penuh dengan sukses story.
Kebahagiaan biasanya datang setelah orang sukses mengatasi kesulitan
yang panjang, tetapi tidak semua kesulitan mengantar pada kebahagiaan
yang sebenarnya.

Menurut hadis Nabi ada empat pilar kebahagiaan dalam hidup berumah
tangga; (1) isteri/suami yang setia (2) anak-anak yang berbakti (3)
lingkungan sosial yang sehat dan (4) rizkinya dekat. Kesetiaan
membuat hati tenang dan bangga, anak-anak yang berbakti menjadikannya
sebagai buah hati, lingkungan sosial yang sehat menghilangkan rasa
khawatir dan rizki yang dekat merangsang optimisme, idealisme dan
imajinasi.


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger